Moin!
Guten tag und schönen tag alle zusammen.
Hari ini saya akan bercerita tentaang apa yang saya sukai dari tempat saya tinggal saat ini. Saat ini saya da keluarga kecil saya tinggal di Bergedorf, Hamburg. Hamburg adalah salah satu kota besar di Jerman. Hamburg berada disebelah sungai Elbe yang terkenal dengan pusat perdagangan dan pelabuhannya. Saya tinggal di ujung timur Hamburg, sebuah kecamatan kecil bernama Bergedorf. Berge berarti gunung dan dorf berarti desa. Tempat saya tinggal tidak dekat dengan kanal-kanal Hamburg ataupun sungai Elbe. Saya tinggal di daerah semi pegungungan, seperti Bandung, tempat tinggal kami sebelumnya. Daerah tempat saya tinggal berbukit-bukit dan jalannya naik turun. Saya tinggal bersebelahan dengan hutan dan lahan pertanian.
Saya menemukan banyak perbedaan antara tempat tinggal saya di Bandung dan Hamburg. Beberapa saya sukai dan ada pula yang tidak saya sukai. Hari ini kita akan membahas apa yang saya suka dari Bergedorf, Hamburg.
1. Banyaknya spielplatz disekitar rumah
Saya datang bersama kedua putri saya. Mereka berusia 1,5 dan 3 tahun saat pertama kali menginjakkan kaki di Hamburg. Untuk membuat mereka betah tinggal di tempat baru, saya mencari aktivitas-aktivitas yang bisa mereka lakukan. Hal yang saya paling suka adalah banyaknya taman bermain outdoor di sekitar rumah kami. Anak-anak, saya ajak berjalan kaki dan pergi ke spielplatz. Kami menyebutnya spielplatz, yang berarti tempat bermain.
Setiap spielplatz memiliki tema berbeda dan mainan berbeda, tetapi mereka memiliki ground rules yang sama. Semua lantai area spielplatz adalah pasir. Bahan permainan yang digunakan tidak ada yang dari plastik. Mereka menggunakan bahan natural dan berkualitas, seperti metal, kayu, tali temali dan besi. Semua spielplatz tidak dilindungi dengan pengaman. Setiap mainannya membebaskan anak-anak untuk berimajinasi untuk memainkannya. Tampak tidak beraturan dan membangkitkan rasa tertantang akan petualangan. Di spielplatz, anak-anak bisa bermain layaknya anak-anak. Bebas tanpa aturan. Memanjat, Berlari, menaiki ayunan dan banyak lainnya.
Saya selalu takjub dengan apa yang mereka lakukan setiap hari di spielplatz. Mereka memasak, mereka berjualan, membangun istana pasir, membuat kolam, bertualang memanjat, bahkan anak pertama saya tertarik untuk belajar menulis namanya pertama kali dengan stik pohon diatas lantai pasir spielplatz. Saya sangat bersyukur akan hal ini. Anak-anak selalu menantikan waktu untuk bermain di spielplatz sepulang sekolah. Perbedaan tema dari tiap-tiap spielplatz membuat saya selalu bertanya, "mau ke spielplatz yang mana hari ini?" dan anak-anak akan secara antusias memilih petualangan mana yang mereka ingin mainkan.
2. Lahan Hijau dan Binatang liar
Tinggal di daerah perumahan tanpa lahan hijau adalah tempat saya tumbuh. Saya tidak terbiasa dengan hutan ataupun binatang. Saya terbiasa tinggal dikelilingi gedung-gedung dan bangunan tinggi. Pertama kali saya datang, saya pikir kami akan tinggal di daerah perkotaan dekat dengan pelabuhan. Bagaimana saya membayangkan Hamburg di dalam kepala saya. Ternyata kami tinggal di daerah pedesaan dengan banyak lahan hijau dan hidup berdampingan dengan binatang liar.
Di pusat Bergedorf, terdapat sebuah danau dan taman. Disana kami bisa duduk melihat otter makan dan berenang. Bebek-bebek liar berenang dan terbang. Ya, bebek liar di jerman bisa terbang. Saya sangat terkejut pertama kali melihatnya dan masih tetap terkejut setiap kali saya melihat mereka terbang. Saat cuaca cerah, kami piknik disana, menyaksikan anak-anak berlari di rumput yang hijau dan mengamati hewan-hewan.
Di depan rumah kami, terdapat rute hiking. Rute hiking ini berada di dalam hutan kota dan mencapai beberapa daerah lain di luar Hamburg. Pertama kali kami kesana, anak-anak sangat antusias. Karena hutan yang mereka kenal dari buku, ada di depan mata mereka. Ada banyak pohon-pohon tinggi dan berbagai hewan yang mereka temukan di Hutan.
Spielplatz yang terdekat dari rumah kami, Ponyhof spielplatz, berada di dalam hutan di tengah bukit. Disana kami sering bertemu dengan tupai, laba-laba, serangga , burung dan banyak kupu-kupu. Squirrel always steal the shows. Mengamati dan melihat tupai memanjat dan bergelantungan antar pohon adalah suatu pertunjukan yang mampu membuat mereka senang dan gembira.
Saya selalu merasa anak-anak tinggal dilingkungan yang tepat. Berada di dekat alam, membuat mereka tumbuh sebagai mana anak-anak menjadi anak-anak.
Ps : Saya mengatakan ini, karena dulu jauh sebelum saya tinggal di Hamburg. Sebagai orang tua, saya selalu merasa rush dan ketakutan bahwa anak-anak saya tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Selalu ada yang harus dikerjakan. Selalu ada yang harus saya siapkan untuk mereka, harus ada selalu mainan baru yang mereka harus mainkan. Berbagai filosofi saya coba, montessori, emili regio, waldorf. Berbagai mainan edukatif saya berikan ke anak saya, connetix, sumblox, grimms, tangram. Semua masih terasa kurang, rasa takut tertinggal itu masih ada. Setelah saya pindah, anehnya smeua perasaan itu hilang. Di sekolah, anak-anak hanya bermain, pulang ke rumah mereka kembali bermain, rasanya entah kenapa semua cukup. Saya tidak lagi menjejalkan mereka dengan edukasi, atau materi pelajaran aneh lainnya yang saya tidak tahu sebenarnya apakah itu benar-benar penting. apakah itu benar-benar yang anak saya butuhkan untuk tumbuh menjadi anak-anak yang baik.
Anehnya, saya justru santai sekali begitu tinggal di Hamburg. Dengan Alam di sekitar kami, mereka belajar dengan sendirinya.
Ada cerita menarik yang membuat saya bersyukur kami membawa anak-anak ke Hamburg. Saya memasang poster cavallini bunga-bunga liar di ruang tamu kami. Saya membeli itu hanya karena posternya yang aesthetic dan cantik. Mirip dengan poster cavallini yang kami punya di rumah Bandung. Saya suka semua poster-poster cavallini dan secara random memilih satu. Pada saat musim semi di Bergedorf, banyak sekali bunga-bunga liar tumbuh. Anak-anak melihat bunga liar itu persis seperti gambar di poster, mereka pun secara mandiri menghafal nama bunga-bunga. Setiap kali melihat bunga-bunga di pinggir jalan, mereka akan menyebut nama-nama bunga tersebut : Dandellion, Sinecia, dan banyak lainnya. Ini yang saya inginkan, pikir saya saat itu. Anak-anak belajar tanpa mereka tahu bahwa mereka belajar. Ini adalah suatu proses alamiah yang mereka pelajari sendiri dan atas keinginan mereka sendiri.
3. Perpustakaan Ramah Anak dan sangat nyaman
Saya suka perpustakaan. Pespustakaan selalu menjadi tempat yang menyenangkan untuk saya dan anak-anak. Saat masih di Bandung, kami beberapa kali mengunjungi perpustakaan Bandung. Meskipun koleksi bukunya lengkap, tempat parkir selalu menjadi masalah setiap kali kami kesana. Transportasi umum yang tidak bisa kami jangkau menjadi alasan saya selalu membawa anak-anak dengan mobil saat di Bandung, begitupula saat kami ke perpustakaan. Sayangnya tempat parkir disana lahannya sangat sempit dan terbatas. Membuat kami tidak tertarik pergi kesana dan memilih untuk membuat perpustakaan kecil kami sendiri di rumah. Saya senang sekali mengkurasi buku-buku anak. Mungkin hampir semua gaji saya, saya gunakan untuk membeli buku untuk anak-anak. Hal ini selalu saya banggakan. Menurut saya, buku adalah jendela dunia. Melalui buku, banyak hal yang bisa saya dapatkan.
Pertama kali ke Hamburg, saya belum tau bahwa perpustakaan disini memiliki konsep yang sangat menarik. Awalnya saya berpikir bahwa saya akan membuat perpustakaan kecil di rumah dan mulai membeli buku-buku, baik itu baru ataupun bekas. Saya mulai mengunjungi banyak toko buku untuk hunting buku-buku anak, mulai dari sanchestor, toko buku ccb, thalia.de di monckebergstraße. Semua toko buku ini memiliki konsep yang menarik dan sangat nyaman. membuat saya ketagihan untuk mengunjunginya terus menerus. Saat saya sedang memposting di sosial media bahwa saya sedang membeli buku anak di toko buku CCB Bergedorf, salah satu teman memberi tahu saya tentang perpustakaan Hamburg. Akhirnya saya pergi untuk pertama kalinya ke Zentral Bibliothek atau pusat perpustakaan di hamburg.
Zentral Bibliothek
Perpustakaan di Hamburg memiliki ruangan khusus untuk anak-anak dan menjadi anggota sangat mudah dan murah hanya membayar 3 euro pertahunnya. Mereka memiliki berbagai buku bagus dan berkualitas. Saya akan membahasnya di postingan blog berikutnya khusus untuk informasi perpustakaan di Hamburg.
Hal-hal yang paling anak-anak senangi adalah perpustakaan ini tidak hanya meminjamkan buku-buku yang berkualitas, tetapi juga meminjamkan banyak board games. Ada ruang khusus untuk anak-anak bermain boardgames. Mereka dengan bebas bisa memilih dan memainkannya. Board games yang tersedia di perpustakaan sangat beragam dan setiap kali kami ke perpustakaan, selalu ada boardgames baru dan berbeda. Sangat menyenangkan. Selain itu, anak-anak bisa memilih sendiri buku apa yang mereka ingin pinjam. Setiap akun dibatasi maksimal pinjam 15 buku dalam jangka 4 minggu atau 28 hari. saya mengizinkan tiap anak untuk memilih 4-5 buku yang paling mereka sukai untuk mereka bawa pulang. Sebelum dipinjam, saya akan menyortir apakah buku-buku ini aman dari konten-konten tertentu ( agama lain atau ideologi yang saya tidak ingin anak saya terpapar, seperti lgbt)
Perpustakaan adalah tempat tujuan kami selain spielplatz sepulang sekolah. Ada, beberapa hari saat hujan atau anak-anak tidak ingin ke spielplatz, saya akan membawa mereka ke perpustakaan dan mereka akan sangat senang menghabiskan beberapa jam. Sejak saya meminjam buku di perpustakaan, saya tidak pernah lagi embeli buku baru dari toko buku. Saya merasa lebih nyaman meminjam buku dari perpustakaan. Beberapa kali, saya masih membeli buku bekas saat terdapat flohmarkt, itupun saat saya menemukan buku yang sangat bagus dengan harga yang murah.
Saat tidak ada anak-anak, tempat ini pun sangat menyenangkan untuk saya kunjungi sendiri. Saya sering datang ke perpustakaan sendirian dan menghabiskan waktu saya sendiri, untuk bekerja, atau sekedar membaca buku. Perpustakaan memiliki beberapa spot untuk pelajar yang membutuhkan meja dengan akese colokan. Sangat penting bagi saya, saat saya mengerjakan sesuatu dengan laptop. Perpustakaan juga menyediakan wifi yang bisa diakses gratis selama 4 jam. Koneksinya cepat dan mudah digunakan. Perpustakaan menjadi salah satu go-to list saya, saat saya butuh lokasi untuk menyendiri. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu disini.
Ini adalah 3 Alasan utama mengapa saya betah tinggal di Bergedorf, Hamburg. 3 alasan inilah yang juga menenangkan saya dalam hiruk pikuk kehidupan orang tua yang sebelumnya saya rasakan selama saya tinggal di Bandung. Saya sangat bersyukur dapat menjalani kehidupan di Hamburg dan mendapatkan fasilitas - fasilitas yang mudah didapatkan disini. Dan 3 hal ini adalah fasilitas utama yang paling saya sukai. Sampai jumpa di artikel blog saya selanjutnya
Liebe Gruße,
Frau in the box. Hamburg, 6 September 2023
Komentar
Posting Komentar