Moin!
Guten morgan und schönen tag!
Hari ini matahari bersinar dengan cerah. Tenang setelah melewati badai yang panjang. Hari ini saya salah melihat jadwal. Saya pikir hari ini adalah hari pertama untuk saya les bahasa jerman A2. Ternnyata saya terlalu bersemangat. Lesnya akan dimulai dua hari lagi dan saya sudah tidak sabar untuk belajar.
Saya suka sekali belajar. Ada banyak sekali tipe orang yang suka belajar. Semua berbeda, begitu pun saya. Saya suka belajar dibimbing oleh orang lain dengan arahan yang jelas. Saya suka belajar dan akan senang menngerjakan apapun sesuai step-step yang berlaku. Berbeda dengan saya, suami saya adalah orang yang suka melakukan apapun sendiri. Dia bisa belajar sendiri tentang apa ang dia suka, mungkin itu yang dikenal orang dengan ortodidak. Saya selalu mengagumi orang-orang yang bisa belajar sendiri tanpa arahan yang jelas. Mereka adalah orang-orang yang mengerti apa yang mereka mau.
Saat saya masih belia, saya pikir orang yang tidakbisa belajar secara ortodidak adalah orang yang payah. Mereka tidak kompeten untuk menimbulkan semangat belajar dalam dirinya. Ya, benar. Saya selalu berpikir saya payah dan terjebak dalam mindset yang sama bertahun-tahun.
Saya sudah pernah membaca buku Dr Carol S. Dweck tentang mindset saat saya duduk di bangku kuliah. Saat itu, saya langsung menyudutkan diri saya sendiri dan berpikir bahwa semua deskripsi fixed mindset adalah saya. Saya terlahir dengan doktrin yang jelas dan tidak berubah. saya pikir itu adalah prinsip yang harus ditegakkan dan saya belum bisa membedakannya dengan keras kepala. Setelah saya mulai bertemu banyak oranglah, saya baru mengerti bahwa hal-hal yang mungkin sudah pasti sebelumnya untuk saya, bukan berarti sama untuk orang lain. Sama halnya dengan belajar.
Saya pikir ini adalah kekurangan saya, saya tidak bisa berinovasi dan belajar sendiri. Menemukan passion dan apa yang saya inginkan. Namun, setelah saya kaji kembali, ternyata tipe belajar saya saja yang berbeda dengan orang lain. dan itu tidak apa-apa. itu menjadi keunikan untuk saya.
Saya adalah orang yang butuh dibimbing dan saya akan belajar dengan baik dengan arahan yang tepat. Saya sesuai dengan deskripsi dalam kiasan, yang berbunyi : Jika sudah tercemplung akan berenang juga. Saya selalu menginginkan yan terbaik dan sangat berambisi. Jika saya sudah mempelajarin sesuatu, saya tidak akan berhenti dan akan belajar hingga selesai. Saya suka dibimbing dan saya suka belajar. Saya suka berdiskusi dan berdebat tentang topik-topik yang menarik. Saya akan memahami perbedaan bukan karena itu suatu hal yang salah dan benar. Saya percaya setiap orang memiliki perspektif yang berbeda tentang suatu topik dan itu wajar.
Butuh waktu dan pendewasaan untuk saya bisa ditahap mengakui hal ini dan percaya pada diri sendiri. Saya merasa sangat bersyukur atas perjalanan hidup saya. Semua kesedihan, hambatan dan pelajaran. Semua menjadikan saya pribadi yang lebih baik dan bersyukur setiap harinya. Menjadikan hidup tidak membosankan dan menyenangkan
semoga siapapun yang membaca ini juga merasakan hal yang sama seperti saya, mengakui dan menyayangi setiap perbedaan yang ada diri dari apa yang diharapkan oleh diri sendiri. Siapa yang tidak memiliki harapan akan diri? saya pikir semua orang ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Tiap harinya kita berusaha untuk itu.
Kekurangan yang saya miliki akan menjadi kekuatan saya dalam menjadi versi terbaik diri saya dan menjadikan saya unik seperti apa adanya saya.
Liebe Gruße,
Frau in the box. Hamburg, September 4th 2023
Komentar
Posting Komentar