Berkeliling Italia dalam seminggu : Pengantar dan Apa yang Harus kamu Ketahui sebelum memesan Eurail/ Inter Rail
Guten tag und schönen tag alle zusammen.
Hari ini saya akan bercerita tentang Perjalanan Berkeliling Italia dalam seminggu.
Perjalanan Italia kami adalah perjalanan yang mendadak. Kami tidak menyangka kami akan dapat kesempatan datang ke negara yang terkenal dengan Pizzanya ini. Semua berawal sebulan yang lalu...
Sebulan sebelum perjalanan ke Itali, suami mendapatkan kabar bahwa akan dilaksanakan conference di Genoa, Italia pada tanggal 7 November 2023 dan beliau diundang untuk mempresentasikan penelitian yang beliau buat. Disaat yang sama 2 minggu sebelum berangkat ke Italia, beliau juga diminta presentasi di Kiel, germany, kota disebelah tempat tinggal kami, Hamburg dengan 2 jam jarak tempuh. Saya diminta oleh suami untuk mencari penginapan untuk ke Kiel tetapi tidak untuk ke Itali. Saya mempertanyakan alasannya, kenapa tidak sekalian cari dua-duanya? Biar saya tidak repot nanti cari lagi, sekalian. Suami menjawab dan mengingatkan bahwa, visa ijin tinggal kami dari pemerintah jerman belum kunjung keluar. Belum tentu beliau bisa berangkat ke Italia untuk conference. Belum tentu kami bisa ikut jalan-jalan ke Italia. Sebagai istri dari suami yang sedang menempuh pendidikan S3, conference merupakan jalan ninja kami untuk jalan-jalan. Saya sangat memanfaatkan setiap perjalanan dinas suami saya sebagai sumber healing kami. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Sayangnya, yang dikatakan suami saya betul adanya. Kami tidak bisa jalan-jalan keluar jerman tanpa residence permit atau visa ijin tinggal. Visa kami saat ini, masih sebagai visa sementara.
Suami pun mengikuti conference di Kiel dan kami memutuskan untuk tidak ikut perjalanan conference suami ke Kiel, karena berbagai alasan. Rasanya sedih melewatkan jalan-jalan di Kiel dengan status visa ijin tinggal yang tiada kunjung ada kabar. Alhamdulillah, di antara selang waktu tersebut kami bisa menikmati waktu bersama keluarga kecilkami dengan menyenangkan. Pada tanggal 31 Oktober adalah hari dimana 40 Museum di kota Hamburg dibuka gratis untuk umum. Anak-anak menghabiskan banyak waktu di 3 museum Hamburg dan mereka sangat senang. Kegembiraan hari itu menutupi kegundahan saya menunggu visa ijin tinggal disetujui.
Seminggu sebelum kami akan berangkat ke Italia, kami mendapatkan kabar bahwa visa ijin tinggal kami akan dikeluarkan pada tanggal 2 November 2023. Saya dan suami merasa lega karena ujung penantian ini berakhir. Saya segera memesan penginapan untuk tinggal di Genoa, Italia. Di saat yang sama, suami mulai mencari transportasi yang akan kami gunakan ke Italia. Kami berdua banyak membaca review tentang transportasi yang paling murah, aman, nyaman dan cepat untuk ke Italia dari Hamburg.
Jujur, awalnya saya sangat ingin naik pesawat, karena pesawat pasti cepat, pasti mudah. sayangnya tidak ada perjalanan langsung dari Hamburg ke Genoa. Kami harus transit lebih dari 15 jam. Harganya pun jauh jika dibandingkan dengan mode transportasi kereta. Kereta di Eropa adalah salah satu mode transportasi andalan. Selain murah, pergantiannya pun mudah. Bahkan ada beberapa kereta yang bisa langsung sampai kota tujuan. Yang membuat saya bingung adalah haruskah kami menggunakan Eu/Interrail atau langsung saja beli tiket keretanya dari penjual.
Eu/ Interrail adalah jasa mode transportasi kereta untuk keliling Eropa. Eurail digunakan oleh orang-orang Non-EU atau tidak terdaftar sebagai warga negara uni eropa. Sedangkan, Interrail digunakan untuk warga negara uni eropa, termasuk warga negara lain yang memiliki ijin tinggal di uni eropa. Kami adalah warga negara Indonesia yang memiliki ijin tinggal di Jerman, sehingga kami bisa menggunakan Interrail. Pada dasarnya Eurail dan Interrail memiliki hak yang sama, mungkin hanya berbeda harga sedikit saja. Interrail lebih murah, karena digunakan oleh orang yang tinggal di wilayah unieropa. Interrail memiliki banyak paket. Paketnya biasanya disesuaikan dengan waktu penggunaan. Paket untuk sebulan, paket untuk beberapa hari (bisa dipilih terserah ingin berapa hari).
Jika kita memiliki Interrail, kita bisa menggunakan seluruh kereta regional di seluruh wilayah unieropa. perlu saya garis bawahi kata regional. Kereta regional adalah kereta kelas 2, seperti kereta RE, RB di jerman atau kereta Trainitalia di Italia. Jika ingin menaiki kereta kelas 1 atau kereta malam, diwajibkan memesan kursi dan membayar biaya reservasi kursi tergantung kelas yang dipilih.
Pada saat ini, kami mulai menghitung dan membandingkan. Untuk pergi ke Genoa, kami harus menaiki kereta ke München baru dari München kami bisa naik kereta malam menuju ke Genoa, Italia. Pilihan kereta kelas 2 tidak mungkin kami ambil, karena perjalanan akan sangat panjang dan pergantian kereta bisa lebih dari 3 kali, akan sangat melelahkan untukanak-anak. Kami juga harus sampai di tempat conference sehari sebelumnya, agar tidak mepet dengan waktu presentasi suami. Kereta kelas 1 seperti ICE menjadi satu-satunya pilihan kami. Harga tiket ICE per satu kali perjalanan 1 orang mencapai 100€, dikali 4 ditambah biaya kereta malam dari München menuju Genoa satu kali jalan perorang mencapai 300€. Kami bandingkan dengan penggunaan Interrail paket 5 hari, 2 orang 290 €. Termasuk gratis 2 anak kecil hingga usia 12 tahun. Ditambah untuk reservasi kursi kereta kelas 1, ICE 9 € perorang, 36 € untuk 4 orang dan reservasi kereta malam seri couchette 69 € (Untuk 4 orang) sepertinya jauh lebih murah menggunakan Interrail. Kami pun memutuskan untuk membeli Interrail. Kami juga mendapatkan keuntungan untuk menggunakan kereta kelas 2, transitalia gratis untuk mengunjungi kota-kota lain selain Genoa.
Setelah mode transportasi kami putuskan dengan jasa kereta Interrail, kami memikirkan tanggal berapa kami berangkat. Pengaturan waktu sangat penting di Eropa. Conference dilaksanakan tanggal 7. Perjalanan yang dibutuhkan dari Hamburg ke München membutuhkan waktu 6 jam. Perjalanan dari München ke Genoa, hanya bisa menggunakan kereta malam pukul 21.00. Kami harus tiba di Genoa tanggal 6 November, sehari sebelum conference dilaksanakan. Visa ijin tinggal keluar tanggal 2 dan kami ada acara Laterneumzug anak-anak di Bergedorf tanggal 5 November jam 5 sore. Waktu terasa sangat sempit dan banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan. Saya dan suami pun berdiskusi. Kami tidak mungkin berangkat tanggal 5 November malam, pasti akan telat datang ke conference. Sedangkan, suami harus presentasi pada hari pertama. Kami terpaksa membatalkan janji laterneumzug anak-anak dan berangkat menuju München tanggal 5 November pagi.
Jadwal kereta ICE pagi menuju München hari itu high demand. Kereta ada 1 jam sekali sayangnya, Kami tidak mendapatkan kursi untuk jam 8,9 dan 10. Lewat dari jam 10 kami khawatir tidak akan bisa sambung ke kereta malam menuju Genoa. Kami memutuskan mencari kereta jam 6 dan jam 7 pun sama penuhnya. Kami tidak mendapatkan kursi untuk kami bisa duduk bersama berempat. Alhamdulillah, di kereta jam 5 pagi, kami masih bisa mendapatkan kursi berempat di gerbong terakhir. Jika tidak, satu-satunya pilihan kami adalah kereta paling pagi, kereta jam 4.
Kami sudah menjanjikan pada anak-anak untuk melakukan laterneumzug sebelum berangkat ke Italia. Alhamdulillah, di waktu yang singkat, pada tanggal 4 November malam, kami berkesempatan melakukan laterneumzug di pemadam kebakaran Langenhord. Anak-anak bisa ikut membawakan laterne dan menyanyikan lagu yang sudah mereka hafalkan sejak 1 bulan yang lalu bersama anak-anak yang lain. Meskipun perjalanan menuju langernhorn dari Bergedorf cukup jauh, lebih dari 1 setengah jam, ditambah adanya streik di U1, sehingga kami harus memutar dengan U3 dan pindah U1. Kami dapat memenuhi janji kami pada anak-anak. Malam itu kami tidur dengan cukup nyenyak untuk bersiap perjalanan menuju Italia besok dini hari.

Komentar
Posting Komentar